.::Selamat Datang di Situs Resmi Saifudin Madu Go::. | .::Website Personal yang berhubungan dengan Inspirasi, Edukasi dan Liputan Kegiatan::.

Pilketos SMK Madu Go Miniatur Pemilu

Pelaksanaan Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos) SMK Ma’arif 2 Gombong (Madu Go) sangat mirip dengan proses pemilihan pada Pemilu di Indonesia..

Renungan Ulang Janji dalam rangka Peringatan Hari Pramuka ke-56 tahun 2017

Puluhan anggota pramuka yang terdiri dari pengurus Dewan Kerja Ambalan beserta perwakilan siswa kelas X mengikuti renungan dan Ulang Janji menjelang Hari Pramuka Ke-56 di halaman sekolah setempat, Minggu (13/8)malam.

SMK Ma’arif 2 Gombong gelar Pengajian di hari pertama masuk sekolah

OSIS SMK Ma’arif 2 Gombong menggelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 1437 H dengan pengajian di Masjid Nurul Muhajirin, Dukuh Wanalela Desa Kemukus, Gombong Kabupaten Kebumen, Senin kemarin (4/1).

Upacara Bendera (Hardiknas) dan Jalan Sehat 2015 di SMK Ma'arif 2 Gombong

Warga SMK Ma’arif 2 Gombong melaksanakan upacara bendera dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang dimulai pukul 07.00 WIB di Halaman SMK Ma’arif 2 Gombong.

Menpora dan Gubernur hadiri Pembukaan Lomba Porsema IX NU di Kebumen

Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan (PC LP) Ma’arif NU Kabupaten Kebumen menyelenggarakan Pekan Olah Raga dan Seni Ma'arif (Porsema) dan Olimpiade Sains dan Ke-NU-an (OSK) 2015 Tingkat Jawa Tengah yang akan berlangsung mulai tanggal 29 – 31 Mei 2015.

Minggu, 19 November 2017

Jadi Khotib Jumat, Gus Romi Ajak Masyarakat untuk teladani Kepemimpinan Rasulullah.

GOMBONG (www.wartagombong.com) - Ketua Umum DPP PPP, Ir. H.M. Romahurmuziy, MT, menjadi khatib shalat Jumat di Masjid Mujahidin, Desa Kemukus Kecamatan Gombong, Kebumen, Jawa Tengah, Jumat (17/11) sesaat setelah mengisi Seminar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di SMK Ma’arif 5 Gombong.


Di hadapan para jamaah shalat jumat di Masjid Mujahidin tersebut, Gus Romi, sapaan akrab Romahurmuziy itu, menekankan tentang pentingnya ketaatan kepada Allah dan RasulNya serta pemimpin yang Adil. "Apalagi saat ini Indonesia tengah dihadapkan pada krisis mental seorang pemimpin, dimana figur seorang pemimpin sudah tak lagi bisa dicontoh oleh rakyatnya," tandas cucu Menteri Agama ketujuh RI KH. M. Wahib Wahab ini.

Menanggapi kurangnya kepercayaan terhadap pemimpin tersebut, masih dalam isi khotbah Gus Romi, jamaah shalat jumat diajak untuk berperan aktif dalam memilah dan memilih seorang calon pemimpin.

“Memilih seorang pemimpin yang baik itu, bukan hanya yang Muslim saja, namun juga Mukmin artinya seorang pemimpin dalam memimpinnya mau menjalankan segala perintah Allah dan RasulNya serta meninggalkan larangan-laranganNya,” ujar Romi.

Kewajiban menaati pemimpin, lanjut Romi, adalah sebuah aqidah dalam agama Islam, yaitu keyakinan beragama seorang muslim kepada Rabb-nya. “Apabila seorang penguasa atau pemimpin memerintahkannya dengan suatu perintah maka wajib untuk dilaksanakan, selama tidak memaksiati Allah dan Rasulnya, dan jika pemimpin melarang sesuatu, wajib untuk berhenti dan meninggalkannya.” jelas Romi.

Pemimpin adalah para ulama dan para penguasa. Menaati mereka membawa kebaikan agama dan dunia, dan menyelisihi mereka adalah kerusakan agama dan dunia. Para pemimpin adalah ibarat perisai, melindungi jalan-jalan rakyatnya dari oknum yang ingin merusak, mencegah dan mengganggu sistem keamanan di Negaranya.

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah rasul-Nya, dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur’an) dan rasul (sunnahNya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” papar Romi mengutip QS. An-Nisa ayat 59.

Tidak hanya itu, Romi juga menjelaskan bahwa seorang pemimpin itu juga harus lemah lembut hatinya, mampu memberikan pelayanan yang baik kepada semua rakyatnya walaupun rakyatnya ada yang tidak senang. Hal demikian itu, sudah dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Dahulu Rasulullah Muhammad SAW, lanjut Romi, dalam memimpin rakyatnya juga selalu lemah lembut, terbukti pada saat Beliau menjadi pemimpin, di sudut pasar Madinah Al Munawarah Beliau selalu menyambangi rakyatnya yaitu seorang pengemis Yahudi yang buta, Rasulullah selalu memberikan bantuan kepadanya karena sudah tua dan tidak bisa bekerja untuk menghidupi dirinya. Hari demi hari Beliau menyuapinya dengan lembut walau orang Yahudi tersebut selalu memakinya.

Itulah teladan yang patut dicontoh seorang pemimpin dimasa sekarang, “Dengan demikian, ketika kita hidup di negara ini dengan meneladani sifat dan sikap Rasulullah maka dapat terciptalah negeri ini yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.” terang alumni Institut Teknologi Bandung ini dalam menutup khotbahnya.

Dalam kunjungannya ke Kebumen, selain Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di SMK Ma’arif 5 Gombong, Gus Romi juga menghadiri Sosialisasi Keaslian Mata Uang Rupiah serta Istighosah di Hotel Candi, Karanganyar, Kebumen. (sfd/elkha)

Gus Romi Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan

GOMBONG (www.wartagombong.com) - Anggota MPR RI Ir. HM. Romahurmuziy MT yang kerap disapa Gus Romi menggelar sosisalisasi empat pilar berbangsa dan bernegara bersama masyarakat di SMK Ma’arif 5 Gombong yang beralamatkan di jalan Lingkar Selatan No. 32 Patemon Gombong, Kebumen, Jawa Tengah, Jumat (17/11) pagi.

Acara yang dipusatkan di halaman sekolah setempat ini dihadiri tak kurang dari 500 orang. Mereka adalah siswa Smk Ma’arif 5 Gombong dan Santriwan-santriwati Ponpes An-Nahdliyah 5 Gombong. Hadir pula perwakilan dari badan otonom (Banom) Nahdlatul Ulama (NU) seperti IPNU/IPPNU, Fatayat, GP Anshor dan Muslimat NU.

Warga SMK Ma’arif 5 Gombong menyambut baik acara sosialisasi empat pilar kebangsaan tersebut. Melalui sosialisasi itu, masyarakat diajak untuk dapat menyukseskan program pembangunan pemerintah. Seperti halnya pemahaman empat pilar kebangsaan dapat dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam paparannya, Gus Romi menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu metode yang sangat efektif bagi generasi muda, khususnya kalangan pelajar untuk mensosialisasikan empat pilar Kebangsaan yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika.

Dia beralasan hal itu dapat memacu motivasi siswa untuk mendalami nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara serta mengimplementasikan nilai-nilai luhur tersebut dalam kehidupan sehari-hari mereka, sekaligus mengajak generasi muda untuk menjunjung tinggi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam kesempatan itu pula, Romi mengatakan betapa pentingnya generasi muda untuk ikut menjaga kedaulatan bangsa, mejaga moral bangsa dan ikut membangun negeri ini dengan intelektual kebangsaan.


Sementara itu Kepala SMK Ma’arif 5 Gombong Ahmad Shobirin, S.Pd.I ketika dijumpai WartaGombong dikantornya, menuturkan, kegiatan tersebut sangat pas dan menarik untuk diikuti, karena para siswa harus tau tentang 4 pilar kebangsaan tersebut.

Pada era globalisasi ini, lanjut Shobirin, nilai-nilai Pancasila pada diri anak muda (pelajar) sekarang mulai pudar dibuktikan dengan adanya kehidupan yang individualis dan gaya hidup remaja yang hedonis sehingga sosialisasi empat pilar tersebut sangat penting untuk digalakkan kembali.

“Saya berharap sekali dengan memahami dan menghayati nilai-nilai tersebut, generasi muda khususnya pelajar bisa menjaga dan menumbuhkan kembali identitas bangsa yang dikenal sebagai bangsa yang ramah, saling membantu, saling menghormati dan menghargai,” ungkap Kasek aktivis NU yang juga menjabat Wakil Ketua MWCNU Gombong Bidang Pengkaderan itu. (sfd)

Apa sih printer multifungsi yang hemat dan bagus?


GOMBONG (wartagombong.com) - Saat ini memang banyak pilihan printer multifungsi atau istilah lain adalah printer PSC (Print, Scan, Copy). Namun di saat minimnya dana, pilihan kita semakin sempit. Maunya kita itu, beli printer yang murah, irit tinta, bagus dan awet he he.

Coba kalau anak negeri ini bisa bikin printer sendiri, pasti lebih murah harganya. Misal, printer dengan bodi dari bahan kulit bambu :) Lebih artistik tentunya. Semoga saja… !!!

Untuk informasi saja, bahwa pabrik printer ternyata banyak mengeluarkan anggaran untuk membiayai R & D-nya, terutama pada riset di teknologi cartridge-nya (baca : katrit). Maka tidak heran, kalau harga katrit mahal. Ada memang seri printer dengan harga katrit yang lebih hemat, namun sayang, katritnya tidak bisa diisi ulang alias direfill.

Untuk saat ini produk printer multifungsi yang banyak diminati adalah Epson seri L360. Epson mengintegrasikan sistem infusnya pada printer ini. Bahasa kita ngomongnya infus dari pabrik. Karena sudah integrated dengan system infus, dari sisi perawatan menjadi lebih minimal atau hemat. Namun printer ini tidak ramah untuk ukuran dana di bawah Rp 1,5 juta.

Epson L360 harus ditebus dengan harga Rp 2 juta-an. Naah … disini ini masalahnya he he.

Alternatif lain adalah menggunakan prnter Canon multifungsi seri MP287. Printer ini banyak beredar di pasaran. Walau lebih murah dari Epson L360. Printer Canon MP287 ini belum mengintegrasikan sistem infus di dalamnya. Sebagai gambaran saja, harga retail printer Canon MP287 saat ini Rp 1.045.000,- Untuk menambah sistem infus dari toko, dibutuhkan biaya 150 – 200 ribu rupiah.

Harga pasang sistem infus tergantung pada kualitas tinta yang digunakan dan pada dipasang atau tidaknya tabung pembuangan tinta di bagian belakang printer. Tabung pembuangan ini berfungsi untuk menampung tinta proses cleaning otomatik pada printer itu sendiri. Bila ditotal, dana yang dibutuhkan adalah Rp 1,3 jt-an.

Karena printer ini dipasang infus dari toko, secara umum, kualitas tabung infus tentu beda dengan tabung infus dari pabrik. Efeknya adalah diperlukan perawatan ekstra, misal terjadi masuk angin, sehingga tinta tidak mau keluar.

Selain dari sisi harga yang lebih hemat, Canon MP287 ini mau diajak kerja keras, terutama untuk mereka yang volume print-nya banyak. Misal di percetakan atau rental komputer. Jadi, Canon MP287 ini memang cocok dipekerjakan sebagai pekerja keras.

Dan sisi tidak baiknya adalah printer MP287 yang sudah diinfus ini tidak boleh sering nganggur. Bila terlalu lama nganggur, dia bakalan ngadat mencetak atau tidak keluar tintanya. Jadi disarankan, untuk pemakaian yang relatif jarang, mending gak usah diinfus. Diinfus itu menjadi kewajiban kalau volume cetaknya banyak atau sering digunakan setiap hari.

Untuk printer printer multifungsi selanjutnya, yang lebih hemat lagi, kita bisa menggunakan Printer Canon seri E410 (masih beredar di pasaran), dan printer dari HP seri 2135. Printer Canon E410 di harga Rp 795.000,-. Sedang harga printer HP 2135 di rentang harga 675 – 750 ribu rupiah.

Dua seri terakhir ini tidak direkomendasikan untuk diinfus. Karena ada hal teknis yang tidak mendukung untuk diinfus. Namun, di sisi lain, yang menggembirakan adalah harga katrit untuk kedua printer ini yang lebih terjangkau. Untuk harga katrit hitam (black) kedua printer ini di kisaran Rp 100 ribuan (tidak sampai 150 ribu). Untuk katrit warna di kisaran 145 – 175 ribu rupiah.

Dan keuntungan lain dari printer HP 2135 adalah sudah memiliki teknologi Ink Advantage, jadi sangat irit tinta. Demikian pula dengan Canon E410, walau penamaan dari Canon bukan Ink Advantage,namun sama-sama memiliki teknologi hemat tinta.

Untuk mengetahui seberapa irit tintanya silahkan kunjungi website resminya :)
Semoga bisa membantu memilih printer dengan pilihan yang sesuai dengan kebutuhan dan bujet Anda.

Ketua Baru IPNU-IPPNU Ranting Sawangan Terpilih lewat Musyawarah Mufakat

KUWARASAN (www.wartagombong.com) – Konferensi Ranting Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) di Desa Sawangan memilih Juni Aminudin sebagai ketua IPNU dan Zahrotun Nimah sebagai ketua IPPNU. Keduanya ditetapkan melalui musyawarah mufakat.

Konferensi IPNU-IPPNU digagas oleh Alumni Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) Kecamatan Kuwarasan, Ahad (12/11/2017) siang. Kegiatan tersebut dipusatkan di Aula Madrasah Diniyyah Al Ishlah Dukuh Kedawung Desa Sawangan Kecamatan Kuwarasan, Kebumen, Jawa Tengah.

Juni Aminudin dan Zahrotun Nimah dipercaya memimpin organisasi pelajar IPNU dan IPPNU  masa khidmah 2017-2020 secara aklamasi usai seluruh perwakilan dari masing-masing badan otonomo dan wilayah di Desa Sawangan tersebut.

Mekanisme pemilihan melalui musyawarah mufakat ini mendapat apresiasi dari Pengurus Tanfidziyah dan Suriyah Ranting Desa setempat. Ketua IPNU terpilih Juni Aminudin ketika dijumpai WartaGombong mengatakan, merasa sangat senang bisa menjadi ketua IPNU di rantingnya, dirinya mendapat banyak apresiasi dari berbagai pihak terutama dari Ketua ranting NU di Desa Sawangan. “Banyak pelajaran berharga yang saya peroleh dari kegiatan ini. Melalui kegiatan ini, semoga IPNU-IPPNU nantinya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Juni.

Acara Konferensi pengurus IPNU-IPPNU yang dimulai pukul 13.00 Wib tersebut dihadiri oleh Plt Sekdes Desa Sawangan Tugino, Ketua Ranting NU Desa Sawangan Ahmad Khumasi Abdillah, Syuriah Ranting NU Desa Sawangan KH Syamsudin, KH Sholeh Saliman, Alumni PKPNU, para sesepuh kyai lainnya dijajaran NU dan badan Otonom NU lainnya serta Muslimat NU se kecamatan Kuwarasan.
Menurut Ketua Ranting Nu Desa Sawangan Ahmad Khumasi Abdillah, acara Konferensi pengurus IPNU-IPPNU digelar dengan tujuan dapat menambah semangat dan memperkuat pengurus-pengurus IPNU-IPPNU dalam hal ini pemuda-pemudi NU serta memberi kemudahan komunikasi bagi para pengurus dalam berorganisasi. Ia juga berharap agar IPNU-IPPNU nantinya dapat membangkitkan semangat dalam memperjuangkan ajaran Ahlus Sunnah wal Jamaah.

Dalam kesempatan itu pula Khumasi menyampaikan pesan agar kader IPNU dan IPPNU  rantinya menanamkan jiwa kemimpinan sejak dini supaya kelak menjadi pemimpin berkelas dan berintegritas. "Karena karakter suatu bangsa ditentukan karakter pemimpin dan golongan mudanya, dalam hal ini adalah pelajar," ujarnya.

Sementara itu, Rois Syuriah Ranting NU Desa Sawangan KH. Syamsudin dalam sambutannya, mengatakan, Konferensi IPNU-IPPNU Ranting Desa Sawangan merupakan acara positif sehingga dapat meneruskan ajaran islam ASWAJA, karena pemuda suatu saat nanti akan menerima estafet kepemimpinan.

“Semoga dalam acara acara IPNU bisa membuat remaja akan menebal iman dan takwa serta tidak mudah terpengaruh oleh ajaran radikalisme,” harap Kyai Syamsudin. (sfd)

Puncak HSN GP Ansor Kebumen, Ribuan Peserta ikuti Kirab Santri Pangeran Diponegoro

GOMBONG (www.wartagombong.com) – Pengurus Gerakan Pemuda Ansor Kebumen Barat mengadakan sejumlah kegiatan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2017, salah satunya Kirab Santri Pangeran Diponegoro, Napak Tilas Perang Jawa di Gombong, Kebumen, Jawa Tengah. Jumat, (10/11) siang.

Acara yang berlangsung meriah tersebut diberangkatkan langsung oleh Komandan Kodim 07/09 Kebumen Letnan Kolonel Kav Suep, SIP dengan ditandai pengibaran bendera start dari Halaman Masjid Nurul Huda Brangkal Klopogodo melalui rute jalan Klopogodo – Wonosigro – Sidayu – Gombong – Sangkal Putung – Sidarum  dan berakhir di Tegal Sari Sempor dengan menempuh jarak ± 10 km.

Para peserta yang mayoritas dari pelajar NU tingkat MI/MTs/SMK/SMA di empat kecamatan meliputi  Kecamatan Gombong, Sempor, Kuwarasan dan Buayan serta diikuti ribuan umat muslim itu, tumpah ruah dengan berbagai penampilan unik. Tidak ketinggalan kereta panjang, ada juga yang menaiki dokar, kendaraan hias dengan berbagai bentuk dan desain ornamen Islami juga turut menyemarakkan Kirab Santri Diponegoro tersebut.


Dalam kesempatan itu, selain Dandim 07/09 Kebumen, hadir pula Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti, S.Sos, Ketua MUI Kabupaten Kebumen KH. Nursodiq Abdurrahman, Lc, Kyai Ahmad Imam Nurudin, serta para sesepuh kyai lainnya dijajaran NU tidak ketinggalan Kapolsek dan Komandan Rayon Militer Gombong juga ikut rombongan arak-arakan tersebut.

Ketua Panitia Ahmad Nur Ridwan, S.Pd.I dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan kirab santri pangeran Diponegoro tersebut merupakan momen penting bagi bangsa Indonesia khususnya para pelajar atau santri dalam mengenang kembali kiprah para pejuang nasional di lingkungan Gombong, Kabupaten Kebumen atas perjuangannya melawan penjajah sekaligus untuk memperingati Hari Santri Nasional 2017.

Lebih lanjut, Ridwan menambahkan, acara kirab santri tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman dan kebanggan sejarah terutama figur Pangeran Diponegoro yang berjihad untuk agama juga untuk kemandirian sebagai sebuah bangsa.

“semoga dengan diselenggarakannya acara tersebut dapat tercipta negeri gemah ripah loh jinawi, dengan suasana yang aman dan tenteram, di bawah naungan ridha dan ampunan Allah SWT, baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur khususnya di daerah Kebumen dan terjaga semangat terbebas dari segala bentuk penindasan.” tandas Ketua  GP Ansor PC Kebumen yang juga pegawai di bagian Kesra Kecamatan Karanganyar itu.

Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti, S.Sos. dalam sambutannya, mengatakan, pentingnya penyadaran sejarah bagi generasi muda agar terlihat jelas identitas bangsa Indonesia. Kegiatan kirab napak tilas perjuangan Pangeran Diponegoro ini adalah bukti kepedulian anak-anak muda yang digawangi oleh GP Ansor Kebumen.

"Kalau dulu Pangeran Diponegoro berjuang mengangkat senjata agar Indonesia merdeka, sekarang perjuangan yang perlu kita lakukan adalah memberantas kebodohan." terang Kapolres perempuan pertama Kebumen ini.

Sementara itu, dalam tausiyahnya, Ketua MUI KH. Nursodiq Abdurrahman, Lc menasehati bahwa perjuangan Pangeran Diponegoro selain untuk menjamin kedaulatan negara untuk mengurusi dirinya sendiri, juga adalah perjuangan untuk menjaga faham ahlussunnah wal jamaah.

Ketua MUI menambahkan, hal Ini dibuktikan dengan pertama jaringan yang digunakan oleh Pangeran Diponegoro adalah jaringan ulama tasawuf dan Pangeran Diponegoro kemanapun selalu membawa kitab kuning berjudul "Taqrib" yang menjadi tradisi pesantren Indonesia yang bermadzhab Muhammad ibn Idris as-Syafi'i. (sfd)

Rohis SMA N 1 Gombong sumbang Musikalisasi Puisi dalam acara Seminar Napak Tilas Perang Diponegoro

GOMBONG (www.wartagombong.com) - Floriska (17), pembawa musikalisasi Puisi dengan didampingi temannya Affan Yunnas menyumbangkan kemampuannya dalam acara Seminar Napak Tilas Perang Diponegoro yang diselenggarakan oleh Gerakan Pemuda (GP) Ansor Pimpinan Cabang Kebumen di Aula Benteng Van Der Wijck, Gombong, Kebumen, Jawa Tengah, Rabu (8/11) malam.

Flo, demikian panggilan siswa yang punya nama lengkap Floriska Hanifah, merupakan siswa kelas XII IPS 2 SMA Negeri 1 Gombong, Kabupaten Kebumen. Dia siswa yang rajin belajar puisi hingga berani tampil pada Pagelaran Acara tingkat Kabupaten itu.

Flo mengungkapkan, Puisi dengan judul "Aku Bukan Diponegoro, Aku Abdul Hamid" yang dibawakannya merupakan salah satu puisi ciptaan dari Novianto Said Dahlan. Dirinya berharap ada pesan moral dari puisi yang dibawakan yang dapat diambil baginya terlebih kepada peserta seminar.

Gadis kelahiran Kebumen, 6 Maret 2000 asal desa Pringtutul Kecamatan Rowokele Rt. 09 Rw. 01, itu mengaku lebih senang menuangkan bakatnya melalui puisi yang dibawakannya. "Alhamdulillah saya dapat membawakan puisi dihadapan orang banyak, semoga ini bermanfaat, senang deh, walau sempat gugup," tutur putri dari pasangan Bapak Ir. Edi Purwanto dan Ibu Rusmiarsih itu.

Tak sedikit peserta seminar yang memberikan applouss saat setelah usai pembacaan puisi tersebut. Keterampilan mengolah kata yang didapatnya memang sedikit banyak berasal dari ketekunannya dalam membaca buku dan mengamati kondisi di sekitarnya. Segala buku dilalap, mulai dari fiksi, psikologi, hingga pengembangan pribadi flo sendiri.

Berikut Tulisan Puisi Flo yang menuai pujian dari peserta seminar:

AKU Bukan diponegoro, AKU ABDUL HAMID
Buah Pena : Novianto Said Dahlan
Setelah akhirnya kau tertangkap,
Kau tulis itu dalam pengasingan,

Sungguh…
Bagiku kalimatmu bukanlah paradoks,
Hanya kesahajaan dalam insyaf kemuliaan.
Engkau yang bangsawan,

Dalam ragam seorang pangeran,
Bukan itu yang kau pilih,
Mengasah batin melawan batil.

Ratu Ageng nenek moyangku,
Syech Taftajani ulamamu,
Idolamu…. kyaimu,
Al-Qur’an suci salinanmu,
Fathul Qorib kitab kuningmu,
Wirid jadi lakumu,

Muslimin thoriqoh saudara setia perjuanganmu.
Semua hanya untuk satu kata:
KEMULIAAN.
Mulia lahirmu, mulia batinmu,
Mulia perjuanganmu, mulia namamu.

Itu semua, karena engkau sadar,
Untuk menjadi negarawan sejati,
Membutuhkan kesadaran,
Sadar kehambaan dari Yang Maha Mulia,

Karena engkau
ABDUL HAMID DIPONEGORO
~Floriska Hanifah_2017

Persiapan Kunjungan Industri, 415 Siswa SMK Ma’arif 2 Gombong mendapat pengarahan

GOMBONG (MadugoNews)  - Sebanyak 415 siswa kelas XI SMK Ma’arif 2 Gombong antusias mengikuti sosialisasi dan pengarahan sebelum mengikuti kunjungan Industri, Acara sosialisasi yang digelar di lapangan sekolah setempat, Rabu (8/11/) siang itu, berjalan dengan lancar. Para siswa pun antusias mengikuti kegiatan tersebut.

Koordinator Kunjungan Industri SMK Ma’arif 2 Gombong, Sugeng Pamuji, S.T. mengatakan, kegiatan yang diselenggarakan setiap tahun tersebut merupakan upaya tim Pokja Kunjungan Industri sekolah untuk mempersiapkan segala yang berhubungan dengan teknis kepada siswa sebelum pelaksanaan.

"Adapun pesertanya kali ini merupakan siswa kelas XI  dari 3 program studi meliputi Teknik Kendaraan Ringan (TKR), Teknik Audio Video (TAV) dan Teknik Pendingin dan Tata Udara (TPTU), ketiga program studi tersebut akan diberangkatkan menjadi 2 kloter, kloter pertama tanggal 12, 13 dan 14 November 2017  dengan tujuan PT Panasonic Manufactur Indonesia, dan kloter kedua pada tanggal 20, 21 dan 22 November 2017 dengan tujuan PT Madya Fikri Manufacturing, PT Krama Yuda 3 Berlian Mitsubishi dan PT Rahmat Perdana Adi Metal," imbuhnya.

Dalam kegiatan pengarahan itu, lanjut Sugeng, para siswa mendapatkan sejumlah materi pembekalan meliputi teknis pemberangkatan, informasi pembekalan yang harus dipersiapkan dan beberapa arahan lainnya untuk mempersiapkan Kunjungan Industri tersebut.

Sugeng menambahkan, kegiatan Kunjungan Industri nantinya diharapkan dapat menambah wawasan para siswa tentang dunia industri dan dunia usaha yang sebenarnya.”kami berharap siswa nantinya setelah mengikuti kegiatan tersebut dapat termotivasi belajar lebih giat lagi dan meningkatkan kedisiplinan, kejujuran dan keuletan dalam belajar, karena soft skill-lah yang diharapkan oleh perusahaan saat ini,” ungkap Sugeng kepada MadugoNews disela-sela kegiatan pengarahan.

Sementara itu, Kepala SMK Ma’arif 2 Gombong Ngadino, S.Kom melalui Waka Hub Ind. Suskes Azeta, ST, mengatakan potensi siswa sudah seharusnya diberikan sejak mereka masih menempuh pendidikan di bangku sekolah dan tidak hanya sekedar praktik dan teori, namun dengan kegiatan Kunjungan Industri tersebut pihaknya berharap dapat meningkatkan wawasan peserta didiknya.

Tidak hanya itu, Sukse juga menjelaskan kegiatan tersebut tujuannya untuk memperkenalkan SMK Ma’arif 2 Gombong kepada Industri, karena sebagai sekolah rujukan sekolahnya ditarget untuk kerja sama dengan berbagai perusahaan sebanyak-banyaknya, sehingga dengan demikian dirinya berharap siswanya dapat terserap di Perusahaan tempat Kunjungan Industri tersebut. "Harapannya setelah lulus nanti siswa sudah siap secara skill dan mental sebelum memasuki dunia kerja," ujarnya. (sfd)